Terjun payung di indonesia

February 19, 2008

awal mula

terjun patung atau skydiving (|ˈskīˌdīvi ng | noun the sport of jumping from an aircraft and performing acrobatic maneuvers in the air during free fall before landing by parachute) merupakan olah raga yang sangat dekat dengan militer. Pada awal perkembangan terjun payung olah raga (harus dibedakan antara terjun payung olah raga dan terjun payung militer) di Indonesia diawali oleh beberapa orang sipil yang mengikuti pendidikan terjun payung militer di Bandung.

sistem pendidikan terjun payung awalnya menggunakan sistem static line yaitu siswa ketika exit dari pesawat pilot chute main parachute terhubung oleh tali yg di ikat di pesawat jadi ketika siswa tersebut loncat otomatis payung utama akan terbuka. Parachute yang dipergunakan pada saat itu adalah parachut bulat (T-10). Militer sekarang masih menggunakan sistem static line untuk drop pasukan.

Static freefall merupakan perkembangan dari sistem static line, sistem ini di beberapa negara di eropa dan asia masih dipergunakan sampai sekarang untuk mendidik siswa/calon peterju, sistem ini hampir mirip dengan static line, tetapi setelah penerjunan ke 3-4 apabila instructor sudah melihat siswa dapat mencabut sendiri pin release dari main parachute akan diteruskan dengan penerjunan freefall yaitu melompat dari pesawat dengan pelayangan 5 detik kemudian mencabut sendiri parachute utama, biasanya penerjunan dilakukan pada 4000 feet

art_2005511_133547.jpg

Accelerated freefall merupakan sistem pendidikan terbaru yang terbukti mengurangi jumlah kecelakaan dan kesalahan pada penerjunan awal untuk siswa. sistem ini jauh lebih cepat membuat seseorang bisa terjun payung secara solo, sistem ini langsung menerjunkan siswanya pada kettinggian 10.000 feet didampingi oleh 2 jump master seperti terlihat pada gambar diatas, setelah 5 – 6 kali penerjunan (tergantung dari progres) siswa mulai dilepas sendiri.

Perkembangan terjun payung di Indonesia

Bandung merupakan awal mula berdiri klub – klub terjun payung sipil, seperti PCI (parachute club Indonesia), AVES sport parachute club Indonesia. AVES didirikan oleh Trisno Yuwono (alm), Arifin Panigoro, Ahmad Buchari (johny) Saleh, Syarif Barmawi, Hertriono, sampai saat ini beberapa anggota AVES masih aktif di terjun payung meskipun tidak lagi menjadi atlet terjun payung mewakili jawa barat. Sedangkan PCI setelah pendirinya yaitu Robby Mandagi pindah ke jakarta berubah menjadi Skydive165 dan berkembang pesat dengan penerapan sistem AFF (accelerate freefall) mempunya di dropzone di Rumpin Bogor tapi harus berhenti ketika kecelakaan pesawat yang menewaskan 3 bersaudara mandagi.



About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: